Tampilkan postingan dengan label peran tarif telekomunikasi murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peran tarif telekomunikasi murah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Agustus 2013

Inovasi Layanan Publik Dalam Sentuhan Telekomunikasi Seluler

Oleh : Martino

Sudah menjadi keseharian kita berhadapan dengan berbagai layanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah. Layanan publik yang mudah, cepat dan efisien menjadi dambaan semua pihak. Sayangnya kita masih selalu dihadapkan dengan kondisi penyelenggaraan birokrasi layanan publik yang sama: rumit, lamban dan cenderung tidak efisien. Hal ini membuat tingkat kepuasan mayoritas masyarakat terhadap layanan publik terbilang masih rendah. Kondisi yang seharusnya menjadi cambuk bagi penyelenggara layanan publik untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi sistem layanan. Sistem konvensional selama ini belum sepenuhnya memberikan kepastian layanan serta keseimbangan hak dan kewajiban antara pengguna dan penyelenggara layanan. Oleh sebab itu inovasi layanan publik perlu dibangun kearah peningkatkan kualitas, kemudahan akses dan membangun partisipasi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas.
Di era teknologi informasi yang kian canggih dan ditunjang pula dengan tarif telekomunikasi seluler yang kian bersahabat, layanan publik menemukan satu dimensi yang memunculkan beragam inovasi. Di beberapa bidang, pemerintah berhasil menangkap peluang dan menjadikan telekomunikasi seluler dan kovergensi IT sebagai alat menyampaikan layanan publik secara lebih efektif dan efisien kepada masyarakat. Penerapan SMS Gateway “SiJariEmas” untuk menunjang layanan persalinan aman, pusat pelaporan (call center) kegawatdaruratan medis YES 118, SMS Gateway dalam penerimaan siswa baru secara online, serta Value Added SMS (VASMS) informasi pajak kendaraaan bermotor adalah beberapa terobosan yang mengadopsi komunikasi seluler sebagai tulang punggung implementasinya. Melalui penerapan berbagai inovasi ini, menjadikan pelayanan menjadi lebih transparan, akuntabel dan mudah diakses oleh masyarakat. Tak terpungkiri pemanfaatan teknologi seluler telah menjadi sumberdaya yang berperan penting memangkas sistem birokrasi yang rumit sekaligus mendekatkan akses layanan publik bagi masyarakat secara cepat, murah dan mudah.

Mendamba Layanan Publik Berkualitas
Terlahir sebagai salah satu tugas negara, pelayanan terhadap publik secara prima selalu menjadi dambaan dan tuntutan masyarakat. Penyelenggaraan layanan publik merupakan upaya memenuhi kebutuhan masyarakat guna meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Pelayanan yang berkualitas hanya dapat terwujud jika penyelenggara layanan menerapkan asas, prinsip dan standar pelayanan publik dengan baik. Saat ini persepsi dan kepuasan masyarakat terhadap layanan publik masih rendah. Kondisi ini mengindikasikan dua hal. Pertama, penyelenggaraan pelayanan belum dilaksanakan secara prima sesuai standar pelayanan publik. Kedua, persepsi dan standar kepuasan masyarakat terhadap layanan publik terus meningkat dari waktu ke waktu. Agar dapat memenuhi tuntutan akan penyelenggaraan publik secara prima, paradigma mengabdi untuk melayani yang terbaik untuk masyarakat haruslah dijalankan secara benar oleh aparatur pemerintah. Disamping itu, sistem pelayanan yang dibangun harus mampu mengakomodir berbagai peluang dan dinamika di masyarakat.
Penyakit birokrasi masih menjadi momok bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan publik. Masyarakat sebagai pihak yang membutuhkan layanan seringkali dalam posisi yang lemah dihadapan penyelenggara layanan. Ketidakpastian waktu, prosedur dan biaya pelayanan menjadi kondisi yang sering dialami masyarakat. Bahkan terkadang masyarakat dihadapkan pada pilihan sulit, pelayanan gratis dengan prosedur berbelit-belit atau memilih proses cepat namun perlu tambahan biaya ekstra sebagai uang pelicin. Meski reformasi birokrasi telah dicanangkan pemerintah sejak akhir tahun 2006, hingga saat ini data membuktikan bahwa pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah masih belum memuaskan. Tahun 2012 lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil survei integritas sektor publik terhadap 498 unit layanan yang tersebar di 20 instansi pusat, lima instansi vertikal dan 60 pemerintah daerah. Hasilnya cukup mengecewakan. Secara nasional ada 45 persen atau 38 instansi/pemerintah daerah yang pencapaian nilai indeks integritasnya masih di bawah rata-rata nasional (6,37). Sementara itu ada 20 persen atau 17 instansi/pemerintah daerah yang pencapaian indeks integritasnya masih di bawah standar yang ditetapkan KPK yaitu 6,00.
Pemerintah sebagai pihak penyelenggara layanan publik tidak dapat hanya berdiam diri tanpa berbenah terhadap penyelenggaraan publik yang ada. Kita telah memiliki Undang-Undang No.25 tentang Pelayanan Publik dan Kepmenpan No.63/KEP/M.PAN/7/2003 sebagai landasan dan panduan penyelenggaraan layanan publik. Kedua peraturan ini juga membuka ruang bagi inovasi dan kreatifitas dalam memberikan pelayanan publik agar lebih efektif dan efisien. Pelayanan publik yang masih buruk dan sarat dengan penyakit birokrasi harus terus diperbaiki. Sementara pelayanan yang sudah baik harus terus ditingkatkan dan dijalankan secara konsisten seiring dinamika dimasyarakat. Harapan masyarakat terhadap layanan publik berkualitas adalah sebuah hal wajar dan harus diwujudkan. Dengan hadirnya konvergensi IT dan telekomunikasi seluler, sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan harapan tersebut semakin bertambah. Maka sudah saatnya menciptakan inovasi dan kreatif dalam mengemas layanan publik agar lebih transparan, akuntabel dan mudah diakses sehingga dapat berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kondisi Layanan Publik Kini
Menurut UU No.25 tahun 2009 pelayanan publik merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Dari definisi tersebut kita dapat mengetahui peran layanan publik sebenarnya untuk melindungi juga memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh agar terwujud kesejahteraan. Maka dari itu ukuran keberhasilan penyelengaraan pelayanan publik ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima pelayanan yaitu masyarakat. Pertanyaannya kemudian sudah puaskah masyarakat dengan berbagai layanan publik selama ini? Sayangnya sebagian masyarakat bahkan masih kesulitan untuk mendapatkan akses layanan publik yang bersifat mendasar sekalipun seperti pendidikan dan kesehatan.
Layanan pendidikan dan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara. Pendidikan menjadi salah satu janji kemerdekaan untuk mencapai tujuan mencerdaskan segenap kehidupan bangsa. Namun dunia pendidikan kita saat ini seolah tanpa henti bergelimang berbagai persoalan. Salah satu permasalahan sistemik yang kerap berulang adalah transparansi dalam pelayanan penerimaan siswa baru diberbagai jenjang sekolah. Seperti menjadi rahasia umum bahwa penerimaan siswa baru di berbagai sekolah setiap tahun sangat rawan permainan. Sistem konvensional yang menerapkan pendaftaran berkas calon siswa secara manual ke masing-masing sekolah membuka peluang bagi pihak sekolah nakal untuk mengeruk keuntungan. Proses pendaftaran dan pemberkasan sering menjadi ajang tawar menawar antara pihak sekolah dengan orang tua siswa. Banyak orang tua siswa ditawarkan untuk membayar dalam jumlah tertentu jika ingin diterima disekolah-sekolah favorit. Tidak heran seringkali kita menemukan fenomena “si pandai berprestasi” dikalahkan oleh “si dangkal berduit” dalam proses pendaftaran siswa baru.
Begitu pun halnya layanan kesehatan. Layanan kesehatan belum sepenuhnya dapat dinikmati secara prima oleh masyarakat. Kita ambil contoh dalam kasus-kasus kegawatdaruratan medis yang membutuhkan pelayanan secara cepat dan tepat karena berisiko menyebabkan kematian, kecacatan dan komplikasi seperti persalinan, kecelakaan, kesakitan. Lazim ditemui pelayanan kesehatan yang kurang memuaskan karena dokter, bidan, atau ambulan tidak ada ditempat meskipun korban telah terlanjur dirujuk. Masyarakat juga masih menemui kasus penolakan dari pihak rumah sakit karena ruangan rawat yang penuh. Adapula masyarakat yang mengalami kegawatdaruratan medis tidak mendapat tindak lanjut dengan segera karena masalah administrasi. Dalam beberapa kasus, hal ini disebabkan oleh rumitnya birokrasi di rumah sakit, fasilitas kesehatan yang terbatas, petugas kesehatan tidak berada ditempat, nomor telepon rumah sakit sulit dihubungi dan lain sebagainya  Ketiadaan sistem informasi kesehatan dan sistem informasi rumah sakit secara terpadu seringkali menjadi masalah dalam penanganan aduan gawat darurat medis dari masyarakat.
Tidak hanya dalam hal pemenuhan hak-haknya masyarakat mengalami kesulitan. Dalam menunaikan kewajiban sebagai warga negara yaitu membayar pajak, kita masih merasakan pelayanan jauh dari ideal. Pelayanan pajak masih sangat rawan dengan berbagai praktik calo dan berbagai pungutan liar. Sebagai warga masyarakat tentu membutuhkan informasi secara pasti besar rupiah pajak yang harus dibayarkan kepada negara. Memberikan informasi secara jelas jumlah pajak yang harus dibayarkan juga merupakan salah satu bentuk transparansi pelayanan yang dapat mempercepat dan mempermudah pelayanan pajak. Selama ini belum ada sistem layanan yang memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi secara cepat guna mengetahui besarnya pajak yang harus dibayar. Kita tentu menginginkan penyelenggara layanan dapat mengembangkan layanan tersebut agar terwujud efisiensi waktu, tenaga dan biaya pelayanan.
Ditengah berbagai persoalan tersebut, perkembangan telekomunikasi seluler yang disertai konvergensi teknologi IT melahirkan peluang dan harapan perbaikan pelayanan seperti yang menjadi dambaan. Pemanfaatan telekomunikasi seluler yang kian canggih serta murah, menjadikan sumberdaya baru yang siap melahirkan berbagai inovasi guna meningkatkan mutu pelayanan jika dikelola dengan baik.

Menangkap Peluang, Melahirkan Inovasi
Ditengah tuntutan peningkatan kualitas layanan publik serta perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi seluler, di beberapa bidang pemerintah berhasil menemukan satu dimensi yang mempertemukan antara tuntutan dan peluang tersebut dalam sebuah inovasi pelayanan. Dimensi ini telah melahirkan sistem layanan baru yang kian mendekatkan akses kepada masyarakat sehingga penyelenggaraan pelayanan publik dapat lebih cepat, mudah dan efisien.
137726311080293366
Sistem Informasi “SiJariEmas” di salah satu rumah sakit di Jawa Barat (Sumber: health.detik.com)
Di ranah pelayanan kesehatan, pemanfaatan telekomunikasi seluler telah melahirkan inovasi layanan “SiJariEmas”. Sistem Jaringan Rujukan Expanding Maternal and Neonatal Survival sebagai kepanjangan dari “SiJariEmas” merupakan layanan sistem informasi berbasis web dan Short Message Services (SMS) dalam bentuk SMS Gateway yang diujicobakan di enam provinsi di Indonesia hasil kerjasama Kementerian Kesehatan dan AUSAID. Fungsinya adalah untuk memudahkan koordinasi antara bidan desa atau bidan puskesmas dengan pihak rumah sakit bila ada kasus persalinan yang membutuhkan pelayanan rujukan ke rumah sakit. Layanan SMS “SiJariEmas” ini membantu efektifitas rujukan pasien untuk menghindari keterlambatan penanganan sewaktu dirujuk ke rumah sakit. Bila membutuhkan layanan rujukan, bidan dapat mengirimkan SMS rujukan ke nomor layanan SMS Gateway “SiJariEmas”. SMS tersebut akan diterima oleh sistem komputer pusat data SijariEMAS dan secara otomatis mengirimkan informasi pemberitahuan ke komputer di ruang IGD rumah sakit prioritas pertama yang telah ditentukan bagi bidan perujuk. Bidan selanjutnya akan menerima SMS balasan berupa rekomendasi dari dokter di rumah sakit tentang penanganan sementara yang harus diberikan hingga keputusan merujuk ke rumah sakit. Jika IGD rumah sakit prioritas pertama tidak bisa menerima rujukan, maka sistem “SijariEmas” secara otomatis akan mengalihkan pemberitahuan permintaan rujukan kepada rumah sakit prioritas selanjutnya. Layanan “SiJariEmas” sudah diterapkan diantaranya di RSUD Majalaya di Kabupaten Bandung, RSUD Waled di Kabupaten Cirebon dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekaryo Kabupaten Banyumas.
13772632881011673441
Sosialisasi Layanan YES 118


Pemanfaatan telekomunikasi seluler juga melahirkan inovasi dalam pelayanan kegawatdaruratan medis seperti yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.  Pada tahun 2008, Pemkot Yogyakarta meluncurkan layanan “YES 118″ (Yogyakarta Emergency Services) sebuah layanan pusat pelaporan dan penanganan kegawatdaruratan medis terpadu yang bekerjasama dengan PMI Cabang Kota Yogyakarta, puskesmas, rumah sakit dan asuransi kesehatan. Pemkot Yogyakarta menyediakan hotline telepon 118 atau (0274) 420118 yang dapat diakses melalui seluler selama 24 jam untuk menerima laporan masyarakat tentang kejadian gawat darurat medis seperti kecelakaan, kesakitan maupun persalinan yang membutuhkan segera pertolongan pertama, evakuasi dan perawatan gawat darurat. Bila ada laporan kejadian gawat darurat, operator YES 118 yang diperankan oleh PMI cabang Yogyakarta akan menindaklanjuti dengan menghubungi rumah sakit terdekat dengan lokasi kejadian melalui sistem informasi untuk mengirimkan bantuan medis. Selama bantuan medis menuju lokasi kejadian, operator YES 118 tetap menjaga komunikasi untuk memberikan panduan pertolongan pertama bagi korban melalui telepon. Perlu diketahui layanan ini juga membackup urusan administrasi dan pembiayaan 24 jam pertama di rumah sakit bagi pasien yang tidak didampingi keluarga. Layanan ini diperuntukan bagi siapa saja (tanpa mengenal identitas asal) yang mengalami gawat darurat medis dalam wilayah administratif kota Yogyakarta asalkan melapor dengan layanan YES 118. Layanan ini memudahkan masyarakat untuk mengingat nomor yang harus dihubungi bila terjadi kegawatdaruratan medis. Hal ini dilakukan agar dapat  meningkatkan jaminan keselamatan bagi korban gawat darurat medis untuk dapat segera ditolong agar menghindarkan resiko komplikasi cacat ataupun kematian.
Di bidang pendidikan inovasi layanan muncul menjawab permasalahan yang kerap timbul dalam proses penerimaan siswa baru. Beberapa pihak seperti Kementerian Pendidikan dan  PT.Telkom Indonesia menginisiasi sistem penerimaan siswa baru secara online berbasis web dengan berbagai fitur yang dapat diakses melalui seluler dalam sistem yang disebut SIAP PPDB Online. SIAP PPDB Online adalah sebuah sistem yang dirancang untuk melakukan otomasi seleksi penerimaan siswa baru (PSB), mulai dari proses pendaftaran, proses seleksi hingga pengumuman hasil seleksi, yang dilakukan secara online dan berbasis waktu nyata (realtime). Masyarakat yang daerahnya sudah menerapkan layanan ini dapat langsung akses ke halaman SIAP PPDB Online masing-masing daerah misalnya http://yogya.siap-ppdb.com untuk kota Yogyakarta, kemudian memilih jenjang sekolah, mengisi biodata dan memilih sekolah yang ingin didaftar. Layanan ini menyediakan pula fasilitas informasi proses penerimaan siswa baru melalui SMS serta aplikasi android “SIAP Online” yang dapat diunduh gratis di Google Play Store. Inovasi ini hadir untuk mendukung sekaligus memenuhi tuntutan masyarakat akan pelaksanaan penerimaan siswa baru secara objektif, transparan dan akuntabel. Hingga saat ini PPDB Online telah digunakan dalam penerimaan siswa baru di 28 Kabupaten/Kota diantaranya yaitu DKI Jakarta, Yogyakarta, Denpasar, Malang, Bengkulu, Gresik, Bojonegoro, Kediri, Banyuwangi, Palangkaraya, Manado.
Di bidang pelayanan pajak, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah juga memunculkan inovasi pelayanan berbasis SMS. Masyarakat didaerah DIY dan Jateng kini dapat menikmati layanan informasi pajak kendaraan hanya melalui SMS. Melalui kerjasama Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Istimewa Yogyakarta dan PT. Quantum Creative Indonesia lahirlah layanan Value Added SMS (VASMS) informasi pajak kendaraan di DIY. Layanan informasi pajak kendaraan ini dapat diakses secara mudah melalui teknologi VASMS dan akan memberikan informasi jatuh tempo pembayaran dan jumlah pajak yang harus dibayar secara tepat. Melalui layanan SMS info pajak ini maka masyarakat akan dimudahkan dalam mencari informasi pajak secara cepat, mudah dan murah hanya dengan mengetik SMS dalam format tertentu ke nomor 9600.
Beberapa inovasi diatas menunjukan perkembangan IT dan telekomunikasi seluler telah menjadi salah satu peluang besar bagi pemerintah dalam mengemas layanan publik. Berbagai inovasi dapat dilahirkan dari pengembangan sistem informasi yang dikombinasikan dengan kecanggihan telekomunikasi seluler. Keberhasilan pemerintah menangkap peluang ini menjadikan penyelenggaraan pelayanan menjadi lebih transparan, efektif dan efisien. Masyarakat juga kian terbantu mengingat seluler masa kini yang telah membenamkan kecanggihan selain telepon dan SMS seperti akses internet cepat dan berbagai aplikasi mobile multifungsi. Disertai dengan tarif telekomunikasi dan internet yang kian murah dari berbagai operator seluler, semakin memacu masyarakat untuk proaktif memanfaatkan inovasi layanan yang dikembangkan pemerintah. Bila hal ini dapat terus ditingkatkan, maka tentu akan berpengaruh pada peningkatan kepuasan masyarakat karena terpenuhinya kebutuhan sebagai warga negara.

Berkah Korvengensi IT & Telekomunikasi Seluler : Lahirnya Inovasi yang Menerabas Rumitnya Birokrasi
Pemanfaatan teknologi dan komunikasi seluler kini hampir menyentuh seluruh aspek kehidupan. Pengembangannya dapat memberikan manfaat dan kemudahan beragam aktivitas di berbagai bidang. Kecanggihan teknologi seluler melahirkan beragam pilihan seluler berkualitas yang dijamin dengan dukungan jaringan cepat 3G dan 3,5G; keramahan sinyal; limpahan aplikasi mobile; fasilitas chatting, messenger, sosial media. Hal ini kini berjodoh dengan industri telekomunikasi seluler yang menawarkan kualitas komunikasi dengan tarif murah berkualitas nan variatif sesuai kebutuhan pengguna. Dua perkembangan inilah yang menegaskan bahwa seluler telah menjadi sebuah kebutuhan yang menunjang berbagai aktifitas masyarakat masa kini.
Teknologi dan komunikasi seluler telah menunjukan perannya dari berbagai bentuk pemanfaatannya dalam inovasi yang dikembangkan pemerintah guna menyelenggarakan pelayanan kepada publik. Pemerintah sebagai penyelenggara layanan berhasil melihat peluang dan menjadikan sistem informasi dan komunikasi seluler sebagai sarana yang sangat efektif dan efisien dalam menyampaikan layanan kepada masyarakat. Melalui berbagai inovasi tersebut, pemerintah dapat melakukan efisiensi terhadap sumber daya yang ada seperti waktu, SDM dan biaya. Sebaliknya masyarakat sebagai pengguna layanan dapat menikmati akses pelayanan secara cepat, mudah dan murah. Dengan terpangkasnya rumitnya birokrasi melalui akses informasi langsung melalui seluler, masyarakat mendapatkan kemanfaatan yang sangat besar dalam akses pemenuhan kebutuhannya akan layanan publik. Berkat murahnya layanan telekomunikasi seluler pula, disadari atau tidak masyarakat terbantu untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.
13772633811481661487
Sosialisasi Layanan “SiJariEmas” guna meningkatkan persalinan aman bagi ibu dan bayi. (sumber: pikiran-rakyat.com)
Dalam inovasi layanan “SiJariEmas” misalnya, kemudahan komunikasi antara bidan puskesmas dan rumah sakit rujukan via SMS Gateway telah meningkatkan efektifitas rujukan masyarakat yang mengalami persalinan dan membutuhkan rujukan ke rumah sakit. Pemanfaatan telekomunikasi seluler dalam layanan ini diarahkan untuk peningkatan layanan persalinan aman agar mampu menekan angka kematian ibu dan bayi. Meskipun layanan SMS ini tidak digunakan langsung oleh masyarakat karena diperuntukan bagi bidan, tetapi manfaatnya sangat penting dan berdampak langsung terutama bagi kesehatan ibu bersalin dan bayi. Bila terjadi kasus persalinan yang membutuhkan tindak lanjut dan tidak mampu ditangani oleh bidan desa atau bidan puskesmas, maka bidan tersebut dapat mengirimkan SMS rujukan ke nomor layanan SMS Gateway “SiJariEmas”. Layanan SMS ini terhubung ke sistem informasi di rumah sakit, akan langsung direspon sehingga bidan akan segera mengetahui tindakan dan rumah sakit yang akan menjadi tujuan rujukan. Tanpa adanya sistem layanan SMS ini, kasus persalinan yang membutuhkan rujukan/pertolongan lebih lanjut beresiko terlambat ditangani apabila ternyata tempat perawatan persalinan di rumah sakit tempat bidan merujuk sedang penuh. Hal ini dapat meningkatkan resiko kematian ibu dan bayi jika terjadi keterlambatan penanganan. Oleh sebab itu sistem komunikasi dan koordinasi berbasis SMS ini menjadi sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kemudahan akses layanan juga dapat dirasakan masyarakat melalui layanan YES 118 yang dilaksanakan di Kota Yogyakarta. Sebelum layanan YES 118 diterapkan, secara umum bila terjadi kasus gawat darurat medis, masyarakat akan melaporkan hal tersebut ke IGD rumah sakit untuk meminta pertolongan. Namun masyarakat seringkali masih kebingungan mencari nomor telepon rumah sakit terdekat. Selain itu laporan dari masyarakat terkadang tidak mendapat tindak lanjut dengan segera sehingga meningkatkan resiko bagi korban. Kini dengan Layanan YES 118 Masyarakat yang mengalami/menemukan korban kegawatdaruratan medis seperti kecelakaan, kesakitan atau persalinan dapat segera melapor ke nomor pusat pelaporan 118 atau (0274) 420118 melalui seluler selama 24 jam dan akan segera mendapat bantuan medis dari rumah sakit terdekat. Kecepatan layanan ini dimungkinkan karena sistem informasi yang ada akan memetakan lokasi kejadian dimana masyarakat melaporkan adanya kasus gawat darurat sekaligus mengkomunikasikan dengan rumah sakit terdekat. Dengan kemudahan komunikasi seluler, layanan pusat pelaporan ini bermanfaat meminimalisir resiko-resiko yang tidak diinginkan seperti komplikasi, kecacatan hingga kematian dari sebuah kejadian gawat darurat medis. Murahnya tarif telekomunikasi juga menjadikan layanan ini dapat memupuk kesetiakawanan sosial diantara warga masyarakat untuk aktif sesegera mungkin memintakan pertolongan melalui telepon jika mengalami/melihat kasus gawat darurat medis.
Diranah layanan pendidikan, perkembangan IT dan telekomunikasi seluler telah menyumbangkan kontribusinya dalam bentuk layanan SIAP PPDB Online (Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan Penerimaan Peserta Didik Baru). Penerapan inovasi ini menutup kemungkinan pihak sekolah melakukan mengeruk keuntungan dari proses penerimaan siswa baru. Melalui sistem ini proses pendaftaran, proses seleksi hingga pengumuman hasil seleksi, yang dilakukan secara online dan berbasis waktu nyata (realtime) sehingga lebih transparan dan objektif. Sistem penerimaan siswa baru pun menjadi lebih cepat dan tidak memakan banyak waktu. Apalagi masyarakat juga dibantu dengan layanan SMS Gateway dan aplikasi mobile untuk smartphone android dari layanan ini untuk memantau status kelulusan dalam proses pendaftaran siswa baru. Untuk mengetahui status kelulusan, kita cukup mengirimkan SMS dengan format PPDBNomor Pendaftaran ke 3949 dengan tarif yang terjangkau yaitu Rp.1000,-. Dengan mudahnya akses internet yang saat ini telah dibenamkan diberbagai perangkat seluler didukung pula tarif komunikasi murah, tentu memudahkan masyarakat menikmati kemanfaatan layanan ini.
13772639081573739259
Reply SMS layanan VASMS informasi pajak kendaraan di DIY
Sentuhan inovasi telekomunikasi seluler juga menghadirkan inovasi Value Added SMS (VASMS) informasi pajak kendaraan dalam pelayanan pajak di Jawa Tengah dan DIY. Komunikasi seluler memudahkan masyarakat untuk mengetahui informasi pajak kendaraannya hanya melalui SMS. Apalagi tarif yang dikenakan sangat murah, yakni Rp.550,- per SMS untuk semua operator. Untuk mendapatkan informasi pajak dengan layanan ini kita cukup mengirimkan SMS dengan format SMS: DIYNo.Polisi contoh : DIY AB2571UN dan dikirim ke 9600 untuk semua operator. Maka kita akan segera mendapatkan SMS balasan berupa rincian identitas kendaraan, tanggal jatuh tempo dan jumlah pajak yang harus dibayar. Contoh balasan : HONDA; NC11B1CAT; 2008; MERAH; MASA PKB:02-09-2013; PKB:Rp.161.300; BBN: Rp.0; STATUS OK. INFO:0274868563 (SAMSAT SLEMAN). Artinya pajak kendaraan tersebut akan jatuh tempo pembayaran pada 2 September 2013 dengan jumlah pajak Rp.161.300. Dengan layanan ini akan membantu masyarakat untuk dapat membayar pajak tepat waktu kejelasan informasi waktu jatuh tempo yang dapat diketahui via SMS. Selain itu, informasi besarnya pajak juga memberikan kepastian jumlah biaya yang harus dibayar sehingga dapat meminimalisir kemungkinan adanya pungutan diluar ketentuan yang berlaku. Dengan demikian diharapkan pelayanan dapat terselenggara secara cepat, mudah dan transparan.
*****
Penyelenggara layanan publik harus jeli melihat konvergensi IT dan telekomunikasi seluler sebagai limpahan peluang guna meningkatkan kualitas dan sistem layanan. Ditengah berbagai persoalan dan tuntutan masyarakat dalam pelayanan publik, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seluler yang semakin murah dan berkualitas telah terbukti mampu melahirkan berbagai inovasi pelayanan yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Inovasi layanan berbasis IT dan telekomunikasi seluler mampu meminimalisir berbagai masalah birokrasi sekaligus meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan. Keberhasilan tersebut diharapkan mampu memotivasi pemerintah di berbagai daerah untuk mereplikasi atau memunculkan inovasi-inovasi lain yang kian memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhannya dalam pelayanan publik. Sehingga dengan demikian diharapkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses dan kemanfaatan dari layanan publik berkualitas guna memenuhi kebutuhannya akan pelayanan administratif, barang maupun jasa diberbagai bidang secara efisien, transparan dan akuntabel.

(Martino)
*Tulisan ini diikutsertakan pada ajang XL Awards 2013

Jumat, 30 Desember 2011

“Vote Komodo” dan Bingkai Kesejahteraan Masyarakat NTT

Dampak tarif telekomunikasi murah terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

" Taman Nasional Komodo Indonesia meliputi tiga pulau besar, Komodo, Rinca dan Padar maupun pulau kecil lainnya dengan luas total 1.817 kilometer persegi. Taman nasional didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi Komodo. Kemudian, itu juga didedikasikan untuk melindungi spesies lain, termasuk hewan laut. Pulau-pulau di Taman Nasional Komodo terbentuk dari gunung api." (New 7 Wonders)
Itulah sekilas deskripsi mengenai Taman Nasional Pulau Komodo yang terdapat dalam website resmi New Seven Wonders. Pulau Komodo berhasil masuk menjadi salah satu tujuh keajaiban alam di dunia dalam pemilihan dengan sistem popular vote melalui SMS dan polling internet yang diselenggarakan oleh New 7 Wonders Foundation yang berbasis di Zurich, Switzerland. Salah satu kekayaan alam kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur ini berhasil bersaing dengan 28 finalis keajaiban alam dari berbagai negara lainnya.

Taman Nasional Komodo dan NTT 
             Komodo (varanus komodoensis)
Seringkali terjadi kekeliruan penyebutan letak provinsi Taman Nasional Komodo dengan menyebutnya terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), padahal aslinya terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Disebut dengan Taman Nasional Komodo karena kawasan yang pada tahun 1992 dirubah statusnya dari Suaka Margasatwa menjadi Taman Nasional ini, merupakan satu-satunya habitat alami satwa Komodo, reptil purba terbesar yang tersisa dibumi. Utamanya  Taman Nasional Komodo meliputi tiga pulau besar (Komodo, Rinca dan Padar) dan wilayah perairan laut. Fungsinya sebagai Taman Nasional ditetapkan berdasarkan penetapan Menteri Pertanian pada 6 Maret 1980. Karunia terbesar Taman Nasional Komodo adalah keberadaan satwa endemik yang memiliki nama latin varanus komodoensis. Komodo merupakan spesies kadal raksasa karena panjangnya dapat mencapai 10 kaki (3 meter) sementara beratnya hingga 300 pound (135 kg). Komodo juga disebut-sebut sebagai kadal tertua didunia karena masih berkerabat dengan Mossaur, yaitu kadal purba yang hidup sekitar 136 sampai 65 juta tahun yang lalu. merupakan tertua didunia, Dan inilah yang paling membanggakan, hewan ini habitatnya hanya terdapat di Indonesia, yakni tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar dan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Flores. Dibelahan dunia lainnya kita tidak akan menemukan kawasan yang menjadi habitat hidup Komodo, selain di Indonesia.
Dibalik pesona keberadaan satwa Komodo, Taman Nasional Komodo masih menyimpan begitu banyak pesona berupa kekhasan dan keindahan panorama alam yang luar biasa. Dikawasan daratan, terhampar padang rumput dan padang savana, hutan tropis musim dan hutan di ketinggian yang menjadi habitat hidup beraneka ragam jenis mamalia, burung dan reptil. Topografinya yang bergelombang, berupa bukit-bukit dan gunung-gunung semakin menambah indahnya pesona kawasan ini. Kawasan perairan lautnya pun tidak kalah mempesona, panorama bawah air lengkap dengan berbagai jenis terumbu karang yang menjadi habitat lebih dari 1000 jenis ikan, 250 jenis koral pembentuk karang, 70 jenis bunga karang dan sedikitnya 105 jenis crustaceae. Pesona-pesona itulah yang membuat UNESCO pada tahun 1986, tidak ragu menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Cagar Biosphere (Man and Biosphere Reserve) dan pada tahun 1991 ditetapkan sebagai Warisan Dunia (World Heritage Site) oleh badan yang sama.
Secara administratif Taman Nasional Komodo terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bagi NTT, dengan jumlah penduduknya mencapai 4.619.655 jiwa dan kepadatan 95 jiwa per kilometer persegi pesona dan kekayaan alam kawasan Taman Nasional Komodo adalah sebuah harapan akan kesejahteraan. Dari sana masyarakat berharap mendapatkan keuntungan tidak hanya dari potensi alamnya, tetapi juga aliran rupiah dari kunjungan pariwisata turis mancanegara maupun domestik. Dahulu, cara masyarakat lokal memanfaatkan kekayaan alam Taman Nasional Komodo sempat mendapat sorotan. Praktik berburu hewan seperti rusa secara besar-besaran dan penangkapan ikan dengan cara-cara yang salah  menggunakan bom ikan, bahan beracun, dan aliran listrik dilakukan tanpa mengkhawatirkan kerusakan terhadap keanekaragaman hayati yang ada. Rusa merupakan salah satu makanan favorit komodo, apabila perburuan hewan rusa dilakukan terus secara besar-besaran maka dikhawatirkan populasi rusa sebagai sumber makanan komodo menjadi berkurang. Sedangkan penangkapan ikan menggunakan bom ikan, bahan beracun, listrik dan bahan berbahaya lainnya tentu akan menyebabkan kerusakan terhadap ekosistem laut. Namun kini cara masyarakat memanfaatkan potensi kekayaan alam Taman Nasional Komodo berubah lebih bijak. Masyarakat menyadari Taman Nasional Komodo sebagai aset daerah yang dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui jalur pariwisata. Oleh sebab itu masyarakat berkomitmen menjaga kelestarian alam Taman Nasional Komodo sebagai aset dalam promosi pariwisata yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Perjuangan "Vote Komodo"
Adalah New 7 Wonders Foundation, sebuah yayasan yang didirikan pada tahun 2000 dan berbasis di Zurich, Switzerland, yang aktif melakukan pemilihan melalui mekanisme pemungutan suara terhadap tempat-tempat menakjubkan di seantero dunia untuk dikategorikan sebagai keajaiban dunia. Pada 11 November 2011 lalu, New 7 Wonders telah mengumumkan tujuh lokasi yang menjadi tujuh keajaiban alam dunia (New 7 Wonders of Nature), dan Taman Nasional Komodo masuk diantaranya. Perjuangan Taman Nasional Komodo dimulai ketika didaftarkan bersama Danau Toba dan Gunung Anak Krakatau sebagai nominasi mewakili Indonesia oleh Kementrian Budaya dan Pariwisata saat itu (kini berganti nama menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Pada Desember 2007 polling dimulai untuk memilih nominasi diantara 440 lokasi dari 220 negara yang berpartisipasi. Selanjutnya pada 7 Juli 2009, diumumkan 77 nominasi yang lolos untuk mengikuti tahapan selanjutnya.  Pada 21 Juli 2009, Taman Nasional Komodo terpilih menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhak menjadi salah satu dari 28 nominasi finalis. Akhirnya dengan dukungan masyarakat Indonesia melalui perjuangan "vote komodo", Taman Nasional Komodo berhasil masuk dalam deretan tujuh keajaiban alam dunia.
Keberhasilan Taman Nasional Komodo masuk menjadi bagian tujuh keajaiban alam dunia seakan menebus kegagalan Borobudur memenangkan pemilihan yang sama (versi New 7 Wonders) dalam kategori keajaiban dunia hasil budaya manusia pada tahun 2007. Untuk mengantarkan Taman Nasional Komodo menjadi salah satu pemenang dalam kontes ini, memerlukan dukungan penuh masyarakat Indonesia melalui mekanisme voting menggunakan polling sms dan vote melalui situs resmi www.new7wonders.com. Upaya pemenangan ini selanjutnya populer dengan istilah "vote komodo". Masyarakat yang ingin mendukung Taman Nasional Komodo dapat mengikuti poling SMS dengan mengirimkan pesan singkat melalui telepon seluler (SMS) dengan format : KOMODO dan dikirimkan ke 9819. Sementara itu untuk memberikan dukungan via situs resmi penyelenggara, dapat langsung membuka situs resmi New 7 Wonders dan melakukan vote langsung terhadap komodo. Namun upaya pemenangan ini selanjutnya tidak lepas dari perdebatan banyak pihak di tanah air terutama terkait pengelolaan dana yang terkumpul dari tarif sms "vote komodo" dan kredibilitas yayasan New 7 Wonders sebagai pelaksana. Awalnya Tarif pengiriman pesan singkat (SMS) komodo ke 9818 sebesar Rp 1.000/SMS. Dana yang terkumpul dari tarif sms inilah yang selanjutnya dipertanyakan akan dipergunakan untuk apa dan siapa pihak yang mengelolanya. Setelah mendapat banyak sorotan,akhirnya tarif pengiriman pesan singkat diturunkan menjadi Rp 1/SMS. Pada tanggal 15 Oktober, beberapa operator telekomunikasi seluler memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengirimkan SMS vote untuk komodo dengan membebaskan biaya pengiriman SMS sebagai bentuk dukungan penuh bagi Taman Nasional Komodo menjadi bagian dari tujuh keajaiban alam dunia.
Terlepas dari pro dan kontra perdebatan keikutsertaan dan upaya pemenangan Taman Nasional Komodo dalam ajang pemilihan tersebut, banyak hal yang dapat kita pelajari dan raih manfaatnya dari fenomena "vote komodo". Keikutsertaan Taman Nasional Komodo dalam ajang tersebut tentu menjadi ajang promosi pariwisata bagi Taman Nasional Komodo, dan NTT secara umum. Apalagi setelah berhasil menjadi bagian tujuh keajaiban dunia, tentu harapannya Taman Nasional Komodo menjadi semakin dikenal dan populer didunia internasional. Disisi lain kita juga dapat melihat bagaimana telekomunikasi seluler dengan tarif yang murah berperan menjadi sarana bagi masyarakat Indonesia untuk mendukung komodo. Yang tidak kalah pentingnya adalah "vote komodo" kita dapat melihat tumbuhnya rasa persatuan, rasa saling memiliki dan solidaritas masyarakat Indonesia untuk mendukung wakilnya menjadi salah satu yang terbaik di dunia Internasional. Persatuan yang mungkin sulit kita temukan dibidang kehidupan lainnya. Bayangkan, hampir seluruh lapisan masyarakat bersemangat bersatu mendukung komodo dengan mengirimkan SMS secara bulat dan yakin memilih Taman Nasional Komodo. Harapannya tentu Taman Nasional Komodo menang, pariwisata meningkat, kesejahteraan masyarakat NTT dapat terdongkrak. Jika sebagian dari kita saja rela mengirimkan SMS dengan biaya cukup mahal untuk mendukung artis idolanya diajang-ajang pencarian bakat, lalu mengapa kemudahan SMS dan internet murah untu mendukung wakil Indonesia (Taman Nasional Komodo) untuk menjadi bagian dari keajaiban dunia saja masih terus diperdebatkan?

Menilik Peran dan Dampak Telekomunikasi Seluler dalam "Vote Komodo"
Tarif telekomunikasi dan internet murah, 
memudahkan masyarakat untuk “vote komodo”
Dukung komodo jadi bagian 7 keajaiban dunia,  Ketik KOMODO kirim ke 9818, tarif Rp1. Itulah bunyi pesan pendek dari operator seluler (Value Added Service) yang pernah beredar ditengah masa gencarnya kampanye vote komodo. Tidak dapat dipungkiri, telekomunikasi seluler menjadi sarana penting dalam upaya pemenangan komodo. Salah satu cara mendukung Taman Nasional Komodo yang paling banyak digunakan masyarakat tentu saja melalui pesan singkat telepon genggam (SMS). Cara ini merupakan cara yang dianggap paling praktis dan mudah untuk mengumpulkan suara secara masif. Tarif SMS yang murah pun semakin memberikan kemudahan. Penurunan tarif pengiriman pesan pendek dari Rp 1000/SMS menjadi Rp 1/SMS, merupakan kesepakatan antara operator seluler dan content provider guna memudahkan masyarakat mendukung komodo. Apalagi setelah tarif diturunkan menjadi Rp 0/SMS alias gratis, tentu upaya pemenangan komodo sangat terbantu dengan langkah yang diambil beberapa operator sebagai bagian dari corporate social responsibility untuk ikut mendukung komodo sebagai jalan peningkatan kesejahteraan di NTT. Vote komodo secara langsung melalui internet pun bukanlah sebuah hal yang mahal. Tarif akses internet yang ditawarkan oleh operator seluler kian terjangkau, yakni Rp 1/Kb hingga Rp 0,5/Kb dengan kecepatan data mencapai 1 Mbps. Masyarakat yang sehari-hari kini akrab dengan internet tentu paham betul cara memanfaatkan kemudahan dan tarif murah tersebut untuk mendukung Taman nasional Komodo. Hanya dengan melalui fasilitas internet telepon selulernya, masyarakat dapat menyumbangkan suara dukungannya bagi Taman Nasional Komodo. Belum lagi kita melihat bagaimana kampanye berantai yang dilakukan oleh masyarakat melalui media jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Pada masa gencarnya kampanye "vote komodo", sering kita menemukan teman-teman yang menyuarakan melalui update status dalam jejaring sosial facebook maupun Twitter yang berisi ajakan mendukung komodo. Bayangkan apabila tarif telekomunikasi seluler dalam hal ini SMS maupun tarif akses internet tidak semurah saat ini, tentu banyak dari masyarakat yang kemudian kesulitan untuk mendukung dan mengkampanyekan Taman Nasional Komodo.
Rasanya tidak berlebihan apabila "vote komodo" diartikan lebih dari sekedar upaya pemenangan Taman Nasional Komodo, tetapi bersamanya terselip harapan akan kesejahteraan masyarakat khususnya Kabupaten Manggarai Barat dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya. Melalui pengiriman pesan pendek tersebut, tentu harapannya Taman Nasional Komodo dan NTT bisa mendapat perhatian baik dalam negeri maupun internasional sebagai alternatif tujuan wisata. Disadari atau tidak, keikutsertaan Taman Nasional Komodo dalam pemilihan keajaiban dunia beserta perdebatan "vote komodo" yang menyertainya telah membuat semua orang penasaran akan pesona kawasan tersebut. Tidak sedikit orang yang lantas mengarahkan browser selulernya untuk "googling" sekedar melihat dan mengetahui apa dan bagaimana pesona yang ditawarkan Taman Nasional Komodo. Dari situ diharapkan daya tarik Taman Nasional Komodo dan pesona alam kawasan sekitarnya mampu menarik minat wisatawan untuk datang dan melihat langsung pesonanya. Apalagi setelah Taman Nasional Komodo berhasil menjadi bagian dari tujuh keajaiban alam dunia, efek promosi pariwisata tersebut diharapkan semakin membesar dan berdampak bagi masyarakat.
Memang benar bahwa Taman Nasional Komodo telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai sebagai warisan dunia (Worl Heritage Site) pada tahun 1991. Artinya Taman Nasional Komodo memang telah dikenal dunia. Namun bukan berarti Taman Nasional Komodo berhenti melakukan promosi pariwisata. Toh, penetapan Taman Nasional Komodo menjadi World Heritage Site oleh UNESCO mengandung empat syarat yakni mengharuskan pemerintah dan stakeholder terkait membangun program konservasi nyata, melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar, membentuk badan pengelola kelestarian, serta melakukan promosi. Dari syarat terakhir menyebutkan perlunya melakukan promosi, tentu dengan adanya momentum "Vote Komodo" dalam pemilihan keajaiban dunia merupakan kesempatan baik promosi bagi Taman Nasional Komodo. Tentu menang atau kalah bukanlah tujuan utama, melainkan kesempatan promosi untuk bisa meyakinkan masyarakat dunia bahwa pesona alam yang kita miliki di Taman Nasional Komodo lebih menakjubkan dan pantas untuk dikunjungi dibandingkan yang dimiliki oleh negara lain. Keyakinan tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat dunia untuk datang langsung membuktikan pesona alam Taman Nasional Komodo. Dari situlah kita dapat membingkai peluang peningkatan pendapatan masyarakat NTT melalui pintu gerbang pariwisata.

Bingkai Kesejahteraan itu bernama Pariwisata
Banyak yang mengkhawatirkan masuknya banyak wisatawan ke kawasan Taman Nasional Komodo akan berdampak pada terganggunya habitat komodo. Kekhawatiran tersebut wajar adanya sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian habitat komodo. Namun yang perlu dicatat tentu pola wisata dikawasan konservasi berbeda dengan wisata dikawasan lainnya. Pihak pengelola Taman Nasional Komodo tentu telah mempersiapkan manajemen wisata yang mampu menjawab rasa ingin tahu wisatawan yang datang namun sekaligus tetap menjaga kondusifitas habitat komodo tersebut. Apalagi kita berbicara tentang wisatawan luar negeri, seringkali kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam objek yang mereka kunjungi lebih baik dibandingkan kesadaran wisatawan lokal. 
Tidak hanya keberadaan satwa komodo, Taman Nasional 
Komodo juga menyimpan pesona objek wisata lainnya.
Berkunjung ke kawasan Taman Nasional Komodo tentu bukan berarti lantas kita berhari-hari hanya mengamati komodo saja. Mengamati komodo, melihat tingkah laku dihabitatnya tentu hal yang utama, namun bukanlah satu-satunya aktivitas menarik yang dapat dilakukan ketika berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Ada banyak kegiatan wisata yang dapat dilakukan di kawasan ini mengingat potensi alamnya yang luar biasa. Ada kegiatan wisata seperti snorkelling, berenang, mandi matahari di Pantai Merah dan Pantai Bidadari, menjelajahi gua alam Batu Cermin sepanjang 200 meter dimana terdapat aneka rupa stalagtit dan stalagmit yang masih terpelihara dengan baik, Wisata bahari menikmati panorama bawah laut dengan menyelam dan snorkelling di 36 titik seperti Pulau Tatawa, Pantai Merah, Gililawa Laut, Loh Dasami, Pillar Steen, Batu Bolong dan Taka Makasar. Selain itu ada kegiatan pengamatan satwa dan bermain kano di Loh Liang dan Loh Buaya, pengamatan burung dan treking di daerah mangrove Loh Sebita. Adapula Pulau Kalong sebagai tempat menarik mengamati koloni kelelawar dalam jumlah yang cukup besar serta menyaksikan panorama dan bentang alam yang fantastik mewakili berbagai tipe ekosistem di Taman Nasional Komodo dari Golo Kode.  Oleh sebab itu saya menganggap "vote komodo" sebagai sarana promosi pariwisata yang dapat melahirkan efek "pull and spread" (menarik dan menyebarkan). Ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Terangkatnya nama Taman Nasional Komodo sebagai salah satu keajaiban alam dunia akan menarik perhatian dan minat masyarakat dunia. Wisatawan akan datang dengan tujuan utama yakni melihat dan mengetahui bagaimana komodo di habitatnya. Ternyata setelah sampai di kawasan Taman Nasional Komodo, tidak hanya pesona komodo yang dapat mereka nikmati melainkan juga pesona alam yang lainnya telah disebutkan diatas. Para wisatawan lantas menyebar kebeberapa tempat tersebut untuk menghabiskan waktu menikmati penorama dan pesona alam kawasan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya. Pada saat yang sama wisatawan dapat berbagi pengalamannya berwisata kepada sahabat dan kerabatnya yang lain dengan bercerita maupun mengunggah foto-foto kegiatan dan objek wisata di Taman Nasional Komodo melalui media email maupun jejaring sosial. Efek berantai inilah yang secara perlahan namun pasti diharapkan mampu mengantarkan Taman Nasional Komodo semakin dikenal dunia sebagai alternatif tujuan wisata.
Pariwisata memang sangat diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah dan masyarakat NTT. Dari pengembangan pariwisata tentu daerah akan mendapatkan tambahan pemasukan kedalam kas pendapatan asli daerah. Sementara itu arus pariwisata yang ada akan menumbuhkan geliat perekonomian dimasyarakat melalui berkembangnya produksi barang maupun jasa. Masuknya para wisatawan merupakan peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha jasa penginapan, jasa transportasi, jasa pemandu wisata, usaha rumah makan, cafe dan lainnya. Wisatawan yang datangpun tentu tidak ingin pulang dengan tangan hampa tanpa buah tangan dari objek yang disinggahinya. Peluang ini dapat dimanfaatkan masyarakat dengan memproduksi barang-barang souvenir maupun oleh-oleh yang mencirikan kekhasan NTT dan Taman Nasional Komodo. Misalnya makanan dan minuman, kaos, aneka pernak-pernik, patung replika komodo, lukisan, dan lain sebagainya. Seperti yang kita lihat di kota-kota tujuan wisata lainnya, adanya kawasan wisata selalu diikuti pertumbuhan usaha-usaha kreatif dan pusat oleh-oleh yang menyediakan souvenir mewakili kawasan wisata yang bersangkutan. Inipula yang sudah dan diharapkan akan terus tumbuh di Kawasan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya. Dengan tumbuhnya jasa-jasa usaha, usaha-usaha kreatif, munculnya pusat-pusat souvenir, kegiatan perdagangan dan lainnya akan membantu perputaran roda perekonomian masyarakat setempat melalui penyerapan tenaga kerja, berkembangnya usaha masyarakat, terjadinya peningkatan pendapatan sehingga berpengaruh pada daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mendorong hal tersebut tentu perlu kerja keras dan dukungan semua pihak. "Gelar" sebagai salah satu tujuh keajaiban alam di dunia telah disematkan kepada Taman Nasional Komodo. Hal tersebut sedikit banyak telah membuat masyarakat dunia mengenal dan mengundang rasa ingin tahu bagaimana sebenarnya pesona yang dimiliki Taman Nasional Komodo. Inilah modal sekaligus tantangan bagi pembangunan pariwisata di NTT khususnya kawasan Taman Nasional Komodo agar dapat dimanfaatkan menjadi jalan pembuka bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu perbaikan, penataan dan penyediaan infrastruktur pendukung harus dilakukan secara berkelanjutan. Manajemen pengelolaannya pun harus dilakukan secara profesional. Selain itu kegiatan promosi harus terus dilakukan, tentu dengan tidak melupakan upaya menjaga kelestarian habitat dan satwa Komodo itu sendiri.
***
Terlepas dari perdebatan yang ada, fenomena "vote komodo" telah menunjukan bangsa ini masih memiliki rasa kesetiakawanan, persatuan dan solidaritas untuk mendukung potensi alam yang dimiliki saudara sebangsa tampil dimata dunia. Dibalik dukungan tersebut sebenarnya tertaut harapan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat dan NTT secara umum akan peningkatan kesejahteraan melalui bidang pariwisata. Sekali lagi telekomunikasi seluler tampil menyumbangkan perannya sebagai pendukung guna mencapai harapan tersebut dengan memberikan tarif murah baik tarif pengiriman pesan pendek maupun internet dalam rangkaian "vote komodo". Peran ini dapat diartikan tidak hanya sebatas dukungan terhadap Taman Nasional Komodo, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Tentu hasil akhir yang ingin diraih bukan hanya mengantarkan Taman Nasional Komodo menjadi salah satu keajaiban alam dunia. Lebih dari itu, dampak promosi yang diperoleh diharapkan semakin membuka gerbang pariwisata di Nusa Tenggara Timur yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Dengan namanya yang semakin dikenal dunia internasional, sekarang tinggal bagaimana semua pihak bahu-membahu memanfaatkan momentum ini agar dampaknya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Penulis : Martino, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
(Tulisan ini diikutsertakan pada ajang XL Award 2011)

Sumber Referensi :
1. “Taman Nasional Komodo” http://www.dephut.go.id/index.php?q=id/node/3936 diakses pada 12 Desember 2012. http://www.komodonationalpark.org/ ,official website of Komodo National Park Indonesia, diakses pada 12 Desember 2011
3. Suryopratomo. 2011. Kampanye Komodo Kenapa Dikontroversikan. http://metrotvnews.com/read/tajuk/2011/11/04/938/Kampanye-Komodo-Kenapa-Dikontroversikan/tajuk ,diakses pada 12 Desember 2011
4. Tuhusetya, Sawali. 2011. Komodo dan Ironi Nasionalisme. http://sawali.info/2011/10/23/komodo-dan-ironi-nasionalisme/ , diakses diakses pada 12 Desember 2011
Sumber gambar :
1. http://www.new7wonders.com/image-gallery?id=12&post_id=5180
3. http://www.vivanews.com