Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2013

Efektifitas dan Efisiensi Meraih Peluang Kerja di Era Bursa Kerja Online


Pemikiran yang selalu melintas bagi sebagian besar orang setelah menyelesaikan pendidikan adalah keinginan bekerja. Ingin bekerja apa dan dimana adalah pertanyaan yang seringkali terlintas. Setiap orang mengharapkan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan pantas dengan kualifikasi pendidikannya. Seiring bertumbuhnya penduduk Indonesia, maka penduduk usia kerja terus meningkat. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah lapangan kerja yang terbatas. Meski pemerintah terus mendorong penduduk usia produktif untuk menciptakan lapangan pekerjaan dengan menjadi wirausaha, namun tidak dapat dipungkiri penduduk yang menjadi pencari kerja (job seeker) masih jauh lebih besar jumlahnya. Dengan kondisi lapangan kerja yang terbatas, para pencari kerja harus bersaing keras untuk mendapatkan satu posisi pekerjaan. Begitupun halnya dengan perusahaan yang membutuhkan para pekerja, mereka harus benar-benar cermat merekrut karyawan agar sesuai dengan standar dan kebutuhan perusahaan.
Hadirnya konvergensi IT dan kemudahan telekomunikasi seluler banyak merubah pola rekrutmen karyawan diberbagai perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan menerapkan sistem online, proses rekrutmen menjadi lebih mudah, cepat dan murah tidak hanya bagi perusahaan yang akan melakukan seleksi tetapi juga bagi para pencari kerja. Telekomunikasi seluler yang kini gencar memanfaatkan akses data internet kian memudahkan para pencari kerja melamar berbagai lowongan kerja yang diproses secara online. Proses apply lowongan, memantau status lamaran dan mengikuti berbagai tes pun dapat dijalankan oleh pencari kerja hanya melalui gadget seluler. Kini pihak perusahaan dapat lebih efisien untuk melakukan seleksi administrasi, pemanggilan tes dan pengumuman hasil rekrutmen. Melalui kemudahan ini pula, para pecari kerja di seluruh Indonesia memperoleh kesempatan yang sama mengikuti proses rekrutmen di berbagai perusahaan untuk meraih karir terbaiknya.
Fase Pencarian Pekerjaan
            Mencari pekerjaan masih menjadi pilihan prioritas bagi individu setelah menyelesaikan jenjang pendidikannya. Pilihan mencari pekerjaan mengalahkan alternatif lain yang dapat ditempuh seperti melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi atau menjadi wirausaha. Lulusan yang memutuskan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi relatif kecil jumlahnya, begitupun halnya yang memutuskan menjadi wirausaha. Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan pada umumnya lulusan SLTA (60,87%) dan perguruan tinggi (83,18%) lebih berminat menjadi pekerja atau karyawan (job seeker). Tingginya minat lulusan SLTA maupun perguruan tinggi untuk menjadi pekerja atau karyawan menjadikan peta persaingan dalam memasuki dunia kerja sangat ketat. Bayangkan, siklus wisuda/kelulusan di perguruan tinggi rata-rata dilakukan tiga sampai empat kali dalam setahun dengan jumlah lulusan minimal 1000 orang setiap kali wisuda. Sehingga tidak heran untuk mendapatkan satu posisi pekerjaan, para lulusan SLTA atau perguruan tinggi harus saling bersaing ekstra ketat dengan ratusan bahkan ribuan pelamar yang memiliki minat yang sama. Hal ini yang menjadi alasan mengapa pengangguran sarjana atau lulusan perguruan tinggi pada Februari 2013 mencapai 360 ribu orang, atau 5,04% dari total pengangguran yang mencapai 7,17 juta orang (BPS, 2013). Penyebabnya tentu saja daya serap lapangan kerja yang ada tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang terus tumbuh. Oleh sebab itu agar para lulusa dapat meraih posisi kerja yang diinginkan, harus terus berupaya meningkatkan kompetensinya agar dapat bersaing dengan pencari kerja lainnya.
            Ada beragam alasan tiap individu memutuskan untuk menjadi pekerja/karyawan. Misalnya karena ingin mendapatkan penghasilan secara rutin, ingin berkarir sesuai bidangnya, kondisi ekonomi yang mengharuskannya untuk segera bekerja, ketiadaan modal untuk membuka usaha maupun ketiadaan biaya untuk melanjukan pendidikan. Para pencari kerja secara umum menjadikan perusahaan swasta baik asing maupun dalam negeri, BUMN serta instansi pemerintah sebagai target tempat bekerja. Tentu dengan harapan dapat bekerja di tempat tersebut dapat memberikan kesejahteraan finansial maupun karirnya.
Untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, para pencari kerja harus melalui tahapan seleksi atau rekrutmen yang diadakan oleh masing-masing perusahaan. Ragam tahapan seleksi ini biasanya tergantung posisi pekerjaan yang dilamar. Posisi pekerjaan yang mengandalkan keterampilan, tahapan seleksinya secara umum lebih sederhana dibandingkan dengan posisi pekerjaan yang membutuhkan kompetensi atau keahlian. Tahapan seleksi untuk posisi kerja yang mengandalkan keterampilan misalnya hanya melalui tahapan pengajuan berkas lamaran, seleksi administrasi, tes keterampilan dan wawancara, dan pemberitahuan hasil. Sementara untuk posisi kerja yang mengandalkan kompetensi dan keahlian tahapannya lebih komprehensif. Mulai dari pengajuan berkas lamaran, seleksi administrasi, tes kompetensi tertulis, tes psikologi, wawancara, hingga tes kesehatan sebelum mencapai tahap pemberitahuan hasil.
            Dulu para pencari kerja selalu digambarkan dengan orang berpakaian rapi yang membawa berkas lamaran dari satu kantor ke kantor lainnya, dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Selain itu juga diidentikan dengan orang yang sibuk mencermati kolom lowongan pekerjaan di surat kabar harian. Hal ini tidak lepas dari sistem rekruitmen konvensional yang dulu diterapkan oleh berbagai perusahaan yaitu memasang pengumuman lowongan kerja di koran, papan pengumuman dan mengharuskan para pencari kerja datang langsung untuk menyerahkan berkas lamarannya. Namun sejak hadirnya konvergensi IT dan telekomunikasi, cara-cara lawas dalam proses rekrutmen tersebut telah tergantikan oleh cara-cara baru yang lebih praktis dan efisien.
Hadirnya Era Perubahan
            Perkembangan teknologi komunikasi yang`menghadirkan internet dan seluler cerdas telah merubah pola komunikasi antara pencari dan penyedia kerja. Kehadirannya banyak merubah sistem rekrutmen di berbagai perusahaan. Berbagai perusahaan mulai menggunakan kemudahan komunikasi berbasis internet sebagai sarana yang diyakini lebih efektif dan efisien digunakan dalam proses rekrutmen sumberdaya manusia baru bagi perusahaan. Proses rekrutmen di berbagai perusahaan saat ini banyak mengandalkan internet, website, SMS maupun telepon sebagai sarana penunjang dalam proses rekrutmen pegawai. Selain karena lebih hemat dari segi waktu, tenaga dan biaya, melalui media ini pula proses seleksi penerimaan pekerja baru menjadi lebih transparan.
            Cara-cara lawas dalam proses rekrutmen pegawai seperti mengumumkan lowongan pekerjaan di media cetak atau ditempelkan di papan pengumuman sudah banyak ditinggalkan. Berbagai perusahaan mulai beralih menggunakan internet dengan sarana website sebagai cara efektif dan efisien dalam menyebarluaskan informasi lowongan pekerjaan kepada khalayak. Hal ini tidak lepas dari perkembangan internet yang semakin murah dan mudah diakses dimana saja. Melalui website, cakupan sebaran informasi tentang adanya sebuah lowongan kerja menjadi lebih luas dibandingkan hanya dipublikasikan pada media cetak atau ditempelkan di papan pengumuman. Langkah menyebarluaskan informasi lowongan kerja di ranah internet memungkinkan para pencari kerja melakukan pencarian dari gadget atau perangkat selulernya. Hal ini akan menguntungkan bagi perusahaan karena semakin banyak pencari kerja yang mengetahui lowongan tersebut, maka akan semakin banyak alternatif pilihan bagi perusahaan menentukan sumberdaya manusia terbaik dan sesuai bagi perusahaan. Informasi lowongan kerja kini disebarluaskan di berbagai website resmi milik perusahaan maupun website khusus yang menyediakan informasi tentang lowongan kerja dan rekrutmen. Tidak heran bila kini kita mengetikan keyword “lowongan pekerjaan” pada mesin pencari di internet akan bermunculan informasi lowongan kerja yang berasal dari berbagai perusahaan di berbagai daerah. 
Pemanfaatan internet dan perangkat seluler tidak hanya sebatas pada proses penyebaran dan akses informasi lowongan. Proses seleksi dan rekrutmen juga mulai gencar menerapkan sistem yang berbasis pada penggunaan internet. Ada tiga mekanisme proses seleksi dan rekrutmen berbasis internet yang saat ini gencar digunakan berbagai perusahaan. Pertama, proses seleksi dilakukan dengan menggunakan e-mail. Pihak perusahaan mengharuskan  calon pekerja untuk mengirimkan surat lamaran dan berkas kelengkapan administrasi ke alamat e-mail milik perusahaan. Selanjutnya e-mail inilah yang akan berperan banyak karena akan digunakan untuk korespondensi antara perusahaan dengan pihak pelamar, pemanggilan tes hingga pemberitahuan hasil rekrutmen. Kedua,  proses rekrutmen dilakukan melalui website yang khusus dibuat oleh perusahaan untuk melakukan rekrutmen karyawan baru. Mekanisme ini lazim disebut dengan istilah e­­-rekrutmen yaitu sistem yang mengharuskan pelamar melakukan registrasi, mengisi form data diri dan mengunggah seluruh berkas kelengkapan administrasinya di website e-rekrutmen yang telah ditentukan oleh perusahaan. Setelah semua isian data yang dibutuhkan selesai dipenuhi, pelamar dapat langsung memilih posisi pekerjaan yang ingin dilamar. Melalui website ini pula pelamar dapat memantau status aplikasi lamaran untuk mendapatkan kepastian panggilan tes tahap berikutnya hingga pemberitahuan kelulusan. Bahkan dibeberapa perusahaan memiliki sistem e-rekrutmen yang dikembangkan secara lebih komprehensif dengan menerapkan adanya tes secara online atau real-time (Asessment Online). Adapun mekanisme ketiga yaitu pihak perusahaan bekerjasama dengan pihak ketiga yang merupakan penyedia jasa rekrutmen secara online. Lowongan akan ditampilkan di website pihak ketiga yang sekaligus menyediakan fasilitas lamar online. Syaratnya pihak pelamar harus melakukan registrasi terlebih dahulu untuk selanjutnya mengunggah kelengkapan administrasi dan memilih posisi yang ingin dilamar.
Penggunaan sistem rekrutmen berbasis internet yang digunakan oleh berbagai perusahaan membuat proses rekrutmen semakin praktis, mudah dan hemat. Tidak ada lagi berkas lamaran yang menumpuk sisa dari kegiatan rekrumen karyawan baru karena sistem yang digunakan bersifat paperless. Hadirnya era ini telah memangkas besarnya anggaran yang digunakan perusahaan untuk merekrut pekerja/karyawan baru tiap periodenya. Sebab, sistem rekrutmen yang dilakukan berbasis internet ini menjadi investasi bagi perusahaan karena dapat digunakan dalam jangka panjang.
Kehadiran Beragam Situs Info Kerja, Bursa Kerja Online hingga Jobfair Online
Menyambung aliran antara penawaran lowongan pekerjaan dari pihak perusahaan dengan tingginya angka pencari kerja, di era konvergensi IT saat ini kini hadir beragam website info kerja dan bursa kerja online. Beragam situs ini berisikan tentang informasi lowongan pekerjaan dari berbagai bidang dan perusahaan yang di-update setiap hari. Situs-situs info kerja dan bursa kerja ini kebanyakan dikelola oleh pihak swasta. Namun kini berbagai universitas ternama di Indonesia juga mengembangkan hal serupa yang dikemas dalam bentuk layanan Career Center online. Hal ini ditujukan guna mempercepat aliran informasi pekerjaan sekaligus memberikan tips dan kompetensi tambahan bagi para lulusan maupun masyarakat umum dalam memasuki dunia kerja.
Jobstreet.com dan JobsDB.com adalah dua website penyedia info kerja sekaligus bursa kerja online
Salah satu situs bursa kerja online, Jobstreet.co.
terbesar dan terpopuler yang ada saat ini dengan cakupan Asia Pasifik. Kedua halaman tersebut sama-sama menyajikan berbagai informasi lowongan kerja di berbagai bidang dari berbagai perusahaan dengan cara pengemasan dengan tampilannya masing-masing. Untuk memudahkan para penggunanya di Indonesia, disediakan domain http://jobstreet.co.id dan
http://id.jobsdb.com yang berisi berbagai info kerja di wilayah Indonesia. Baik Jobstreet.com maupun JobsDB.com memiliki mekanisme yang hampir sama bagi para pencari kerja (Job seeker) yang ingin memanfaatkan halaman ini dalam mencari info lowongan kerja. Bagi para pencari kerja disediakan fasilitas registrasi sebagai member secara gratis untuk dapat menggunakan fasilitas lamar online pada info kerja yang ditayangkan. Cara registrasi pun dibuat sangat praktis. Job seeker hanya perlu melakukan registrasi dengan mengisi data diri secara lengkap pada, mecantumkan elamat email dan mengunggah CV. Selanjutnya sistem pada website ini akan mengirimkan link aktivasi ke alamat email pencari kerja bersangkutan yang telah dicantumkan. Bila aktivasi registrasi sudah dilakukan, maka proses pencarian info lowongan dan lamar online dapat segera dilakukan sesuai kualifikasi yang diinginkan. Info lowongan kerja dibuat kategorisasi berdasarkan bidang pekerjaan, perusahaan, dan daerah sehingga kian memudahkan para  pencari kerja. Pihak penyedia situs layanan info kerja ini telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk setiap lamaran yang masuk. Tingkat keamanaan pun sangat baik, karena setiap data pelamar akan dijaga kerahasiaannya. Seiring dengan perkembangan teknologi seluler, kedua halaman ini (Jobstreet dan JobsDB) kemudian mengembangkan aplikasi mobile untuk platform Android, Iphone, Blackberry maupun Windows phone yang semakin memudahkan para job seeker.
Kemudahan tidak hanya hadir dari berbagai situs lowongan kerja yang ada, berbagai Universitas
ECC UGM, layanan informasi dan pengembangan karir milik UGM
ternama di Indonesia mulai mengembangkan layanan pusat informasi dan pengembangan karir sebagai bagian bentuk layanan bagi para mahasiswanya setelah lulus. Layanan yang dikemas dalam bentuk website ini lazim dikenal sebagai Career Center. Selain menyediakan berbagai informasi lowongan kerja, fasilitas kirim lamar, website ini juga dikembangkan untuk membagikan tips-tips memasuki dunia kerja serta tanya jawab konsultasi seputar karir. Sebut saja UGM yang mengembangkan career center yang diberi nama Engineering Career Center (ECC UGM) dengan websitenya http://
ecc.ft.ugm.ac.id. Kemudian ada UNS dengan Career Development Center dengan halaman http://cdc.uns.ac.id/ serta  ITB yang mengembangkan ITB Career Center melalui halaman http://karir.itb.ac.id/. Layanan ini juga mempersyaratkan registrasi member serta mengisi data diri dan CV untuk dapat mengakses layanan lamar online. Secara umum di masing-masing halaman career center tersebut menampilkan layanan utama berupa info lowongan kerja dari berbagai perusahaan berikut dengan kualifikasi yang dibutuhkan serta pilihan untuk melakukan lamaran. Layanan yang dikembangkan oleh pihak universitas ini juga mencakup pengumuman status aplikasi lamaran dan pemanggilan tes kepada para pelamar melalui halaman tersebut.
ECC UGM mengadirkan ECC Mobile Apps untuk Smartphone
Jika dibandingkan dengan website layanan karir yang dikembangkan oleh berbagai universitas saat ini, layanan karir ECC UGM (http://ecc.ft.ugm.ac.id) terbilang masih menjadi yang terbaik Hal ini dapat dilihat dari beragamnya jenis perusahaan yang bermitra, sistem yang komprehensif, pemutakhiran yang dilakukan tiap hari, hingga layanan penunjang seperti konsultasi karir, career workshop, seminar, tips-tips dunia rekrutmen dan dunia kerja. Bahkan ECC UGM telah beberapa kali menggelar Job fair secara online yang diberi nama Graduation Fair. Graduation Fair merupakan online job fair ECC UGM yang digelar dua kali dalam setahun yang digelar secara gratis dan terbuka untuk umum. Online job fair ini diselenggarakan sebagai salah satu terobosan baru penyelenggaraan job fair yang lebih paperless dan bisa dilakukan di mana saja. Pada 26 Juni hingga 14 Agustus 2013 lalu, ECC UGM baru saja melaksanakan 5th Graduation Fair 2013. Melalui job fair online ini pencari kerja dapat melamar online kapan saja dan di mana saja, bahkan hanya melalui perangkat seluler. Terlebih ECC UGM juga mengembangkan layanan Ti-Fi (Texted Information Fidelity) yaitu layanan SMS khusus bagi member ECC UGM untuk mengakses beberapa fitur utama seperti informasi lowongan terbaru, apply lamaran dan cek status lamaran. Caranya cukup mudah hanya mengetikan SMS format tertentu dan dikirimkan ke nomor 8490 atau 081515992003. Misalnya ingin melakukan apply lamaran, format SMS yang dikirim yaitu ECC Lamar Id_Lowongan. Untuk semakin memudahkan para pengguna layanan karir, ECC UGM juga merambah ranah smartphone dengan mengembangkan ECC Mobile Apps untuk platform Android dan Blackberry.
Kemudahan Era Konvergensi IT : Satu “Klik”, Satu Lamaran Kerja
Hadirnya era internet dalam genggaman menjadi berkah bagi masyarakat, tidak terkecuali bagi para pencari kerja. Semakin meningkatnya penggunaan internet melalui perangkat seluler dengan tarif terjangkau, telah melahirkan sistem rekrutmen online yang mempengaruhi perilaku pencari kerja. Arus informasi lowongan pekerjaan kini semakin dinamis dengan hadirnya berbagai bursa kerja dan layanan karir online. Terlebih hadirnya era smartphone saat ini telah memacu pengembangan bursa kerja dan layanan karir online berbasis aplikasi mobile yang kian praktis. Hal ini sangat membantu pencari kerja menemukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kualifikasi yang dimilikinya.
Jika dulu proses pencarian info lowongan pekerjaan dilakukan dengan mencari di iklan baris di
Pencarian kerja kian mudah di era konvergensi IT dan Telekomunikasi
media cetak atau papan pengumuman, kini era browsing hadir menggantikannya. Berbagai halaman lowongan kerja online maupun layanan karir online memberikan jaminan kemudahan akses dalam melamar pekerjaan. Cepatnya akses info lowongan kerja memudahkan pencari kerja untuk mempersiapkan berbagai kelengkapan syarat yang dibutuhkan. Proses apply lamaran juga menjadi kian efektif dan efisien. Cukup dengan mengirimkan surat lamaran, CV dan keterangan posisi yang dilamar via e-mail, maka kita sudah dapat berpartisipasi dalam proses seleksi sebuah lowongan pekerjaan. Apalagi menggunakan layanan situs bursa kerja dan pusat layanan karir, tahapannya menjadi kian praktis. Pada layanan Jobstreet.co.id atau ECC UGM misalnya, kita cukup registrasi, mengisi data diri dan CV, maka kita dapat memilih berbagai lowongan yang sesuai dengan kualifikasi hanya dengan meng-“klik” pilihan lamar pada halaman tersebut. Akses secara langsung juga dapat dilakukan melalui aplikasi mobile yang dibenamkan dalam smartphone masa kini.
Efektifitas dan efisiensi benar-benar telah hadir di era bursa kerja online. Tidak hanya dalam proses registrasi, tetapi juga proses seleksi. Pemanggilan tes dan pengumuman hasil tes kini lazim dilakukan via SMS, e-mail, maupun pengumuman di website. Bahkan pada proses rekrutmen diperusahaan tertentu, pelaksanaan tes juga dilakukan secara online tanpa bertatap muka dengan pihak perusahaan. Pelamar kerja cukup mengakses internet untuk membuka halaman yang telah dikhususkan oleh pihak perusahaan untuk melakukan tes, login sesuai nomor peserta tes, kemudian menjawab berbagai soal yang telah disediakan. Meskipun tes dilakukan secara online, namun tidak ada celah bagi para pelamar untuk melakukan kecurangan. Sebab sistem tes online yang digunakan berbasis real time dengan kuota waktu tertentu dan akan langsung merekam setiap jawaban tes dari pihak pelamar.
Melalui bursa kerja online, proses rekrutmen pekerja/karyawan baru dapat meminimalisir penggunaan kertas yang biasa digunakan pada pengiriman berkas lamaran dan berbagai syarat administrasi lainnya (paperless). Selain itu pencari kerja juga dapat  melakukan penghematan biaya, waktu dan tenaga untuk melakukan sebuah lamaran pekerjaan. Bermodalkan koneksi internet cepat yang kini dapat diperoleh dengan harga bersahabat dan diakses diberbagai gadget, pencari kerja dapat melakukan lamaran kerja dalam satu waktu ke berbagai perusahaan yang menawarkan lowongan pekerjaan. Dinamisnya arus informasi lowongan pekerjaan juga telah membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi siapa saja tanpa ada batasan wilayah. Sebagai perbandingan, jika dulu informasi lowongan pekerjaan yang dibuka oleh perusahaan di Jakarta hanya dapat diakses oleh para pencari kerja diwilayah Jakarta, kini peluang tersebut juga dapat dinikmati setiap pencari kerja di berbagai daerah melalui akses internet. Sehingga dengan akses internet yang kian mudah dan murah, maka mekanisme rekrutmen online juga akan berdampak pada pemerataan kesempatan kerja bagi masyarakat tidak hanya ditingkat lokal, tetapi juga regional dan nasional.
***
Konvergensi IT dan Telekomunikasi telah melahirkan cara baru yang memperbaharui hubungan antara pencari kerja dengan penyedia lowongan kerja. Era bursa kerja dan sistem rekrutmen online tidak hanya memberikan kemanfaatan bagi para pencari kerja tetapi juga menghadirkan keuntungan bagi pihak perusahaan. Efektifitas dan efisiensi dapat diraih oleh kedua belah pihak melalui kecepatan dan kemudahan dalam sistem ini. Disertai dengan kian terjangkaunya tarif telekomunikasi dan internet, kehadiran era bursa kerja dan sistem rekrutmen online membantu perusahaan mendapat sumberdaya manusia yang tepat, sekaligus memudahkan pencari kerja menemukan wadah untuk mencapai karir terbaiknya. Di era ini, persaingan mendapatkan kesempatan kerja terbuka lebar bagi siapa saja dan dimana saja. Kini tergantung siapa yang memiliki kompetensi dan mampu memanfaatkan peluang perkembangan IT dan telekomunikasi yang hadir dalam genggamannya.

Selasa, 27 Desember 2011

Geliat Industri Kreatif Hadir Lewat Genggaman

Menjatuhkan pilihan menjadi usahawan terkadang bukanlah sebuah hal yang mudah. Bayang-bayang untung rugi setidaknya menjadi sekelebat pemikiran yang membebani ketika ingin memulai sebuah usaha. Bagaimana dan dimana akan membangun usaha adalah pertanyaan klasik yang seringkali menunda motivasi untuk memulainya. Kepercayaan diri dan motivasi untuk sukses dalam memulai usaha merupakan faktor penting yang terkadang jarang dimiliki sebagian besar dari kita. Mungkin itulah sebagian sebabnya mengapa di negara yang kaya sumberdaya dan berpenduduk 237.641.326 jiwa ini hanya mampu memiliki pengusaha 0,24% dari total populasi tersebut.  Angka ini jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Singapura yang memiliki angka mencapai 7,2%, Thailand mencapai 4,1% dan  Malaysia memiliki 2,1% dari total populasinya memilih wirausaha sebagai mata pencaharian. Jika kita merujuk kepada pendapat David Mc Clelland, seorang sosiolog yang terkenal dengan teori motivasinya, maka Indonesia harus terus meningkatkan jumlah pengusaha mencapai minimal 2% dari total penduduknya agar mampu bergerak menjadi negara makmur.
            Ditengah kenyataan diatas, optimisme bemunculan dari bidang-bidang usaha industri kreatif. Geliat industri kreatif sejalan dengan perkembangan telekomunikasi seluler dan konvergensi IT telah memunculkan usahawan-usahawan muda kreatif. Pemanfaatan perkembangan telekomunikasi seluler ditangan anak-anak muda saat ini membuat pertanyaan klasik “bagaimana dan dimana akan memulai usaha ?” terjawab sudah. Teknologi seluler membuat usahawan muda yang berkecimpung dalam industri kreatif menemukan cara efektif mempromosikan produknya, etalase bagi produknya serta arena transaksi hanya dari dalam genggaman selulernya. Tak terpungkiri, pemanfaatan teknologi seluler telah menjelma sebagai sumberdaya modal yang berperan penting sebagai sarana promosi dan pemasaran yang murah, cepat dan efisien sehingga dapat menekan biaya dan meningkatkan keuntungan bagi industri kreatif.
Menumbuhkan Wirausaha di Kalangan Muda
          Tingginya angka pengangguran yang disebabkan daya serap lapangan kerja tidak sebanding dengan angka pencari kerja membuat pemerintah bersama pihak swasta berkomitmen untuk terus meningkatkan angka wirausaha. Upaya untuk mendorong pertumbuhan wirausaha tersebut difokuskan terhadap para generasi muda khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa. Hal ini didasarkan pada data Kementerian Pendidikan Nasional yang memperlihatkan pada umumnya lulusan SLTA (60,87%) dan perguruan tinggi (83,18%) lebih berminat menjadi pekerja atau karyawan (job seeker) dibandingkan dengan yang berupaya menciptakan kerja (menjadi wirausaha). Padahal jika kita melihat data sebelumnya, angka wirausaha baru mencapai 592.467 orang wirausaha, atau masih dibutuhkan sekitar 4,15 juta wirausaha jika kita merujuk pada asumsi David Mc Clelland diatas. Oleh sebab itulah upaya penanaman jiwa kewirausahaan bagi generasi muda dirasa pelu agar minat kedepannya tidak hanya melulu sebagai pekerja atau karyawan, namun memilih berkecimpung dalam wirausaha agar mampu menciptakan lapangan kerja.
          Gencarnya upaya pemerintah maupun swasta dalam menumbuhkan wirausaha dikalangan pemuda sangat terasa selama penulis berada dibangku perkuliahan.  Begitu banyak program-program yang digulirkan oleh pemerintah maupun swasta guna memacu jiwa dan semangat kewirausahaan bagi pemuda di perguruan tinggi agar mampu kreatif dan inovatif dalam melihat peluang dan memanfaatkannya menjadi sebuah usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri. Ada beberapa upaya yang diinisiasi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi diantaranya adalah mata kuliah kewirausahaan, Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK). Mata kuliah kewirausahaan merupakan matakuliah yang ditempuh mahasiswa pada semester III (setidaknya di Universitas tempat saya menuntut ilmu) dan termasuk kedalam struktur kurikulum Mata Kuliah Perilaku Berkarya. Mata kuliah ini mengajarkan dasar-dasar dan prinsip dalam kewirausahaan dan diakhiri dengan praktik memulai usaha kecil dilingkungan kampus. Sementara itu, pendekatan berbeda dilakukan dengan Program Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK). Program ini digulirkan setiap tahun berdasarkan tahun anggaran guna menjaring ide-ide kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha skala kecil maupun menengah bagi mahasiswa. Mekanisme yang dikembangkan kedua program tersebut hampir sama, yakni mahasiswa secara berkelompok diminta menuangkan ide usaha/bisnis yang ingin dikembangkannya kedalam bentuk proposal usaha lengkap dengan rincian permodalan yang dibutuhkan untuk kemudian diajukan kepada Dirjen Dikti.
          Disamping upaya jalur formal tersebut, upaya mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahan juga melalui beasiswa, seminar-seminar, pelatihan kewirausahaan, maupun gelaran kompetisi perencanaan usaha (bussiness plan competition) bagi mahasiswa. Saat ini begitu banyak kompetisi perencanaan usaha yang digagas oleh universitas, instansi pemerintah, perusahaan swasta, maupun pemerintah daerah. Tidak jarang gelaran kompetisi perencanaan usaha menyediakan hadiah yang sangat besar sebagai upaya merangsang lahirnya wirausaha muda. Beberapa kompetisi perencanaan usaha yang digelar secara berkala diantaranya adalah Business Plan Competition ITB, National Business Plan Competition FE UI, Kompetisi Proposal Bisnis SOI Asia, Lomba Business Plan “Diplomat Success Challenge”, Kompetisi Business Plan Solo, Kompetisi Business Plan Anderson Tanoto, Beasiswa Bussiness Plan Bank Mandiri, dan masih banyak lagi.            Upaya tersebut secara keseluruhan ditujukan guna menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan kaum muda. Dari upaya tersebut muncul banyak usaha kreatif dan inovatif yang memiliki prospek sangat baik. Dalam praktiknya usaha-usaha yang lahir dari program-program PMW, PKMK, gelaran kompetisi perencanaan usaha (bussiness plan) selalu mengarah pada bidang-bidang dalam industri kreatif seperti desain, fashion, kerajinan, hingga piranti lunak yang memang diminati dan dapat dijadikan wadah berkreasi bagi kaum muda.
Menilik Industri Kreatif di Indonesia
     Pamor industri kreatif sebagai sektor strategis dalam perekonomian kian meningkat dalam 5 tahun terakhir setelah pada tahun 2006 mampu memberikan kontribusi yang cukup besar pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia yakni sebesar 104,8 trilyun rupiah atau 5,7% dari total PDB. Apa sebenarnya industri kreatif itu? Menurut hemat penulis, industri kreatif merupakan penciptaan barang dan jasa yang bernilai tambah karena muncul dari ide orisinil individu yang berdasarkan pada kreatifitas, keterampilan dan bakat individu. Adapun Kementerian Perdagangan pernah memberikan definisi indutri kreatif merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
Kuliner akan masuk menjadi sub sektor industri 
kreatif yang ke-15, karena potensinya sangat besar.
Dinegara kita, pengelolaan dan pengembangan industri kreatif berada dibawah koordinasi tiga kementerian yakni Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Kini bidang-bidang yang termasuk kedalam industri kreatif berjumlah 15, yaitu periklanan, arsitektur, pasar barang dan seni, kerajinan, desain, fashion, fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti, televisi dan radio, riset dan pengembangan, serta yang baru-baru diakui yakni kuliner.
Saat ini tercatat pelaku usaha dalam bidang industri kreatif mencapai 2,19 juta. Namun jumlah pelaku industri kreatif bisa saja lebih besar dari angka tersebut. Hal ini mengingat pemetaan industri kreatif yang selama ini dilakukan pemerintah seringkali luput memetakan geliat usaha dilapisan akar rumput yang masih berada dalam skala mikro dan kecil. Selama ini yang terpetakan barulah sebatas usaha kelas menengah maupun yang telah mapan. Jika melihat di skala mikro dan kecil sesungguhnya ada banyak sekali usaha-usaha kreatif yang bermunculan. Dibidang fashion misalnya, ada ribuan usaha clothing dan kreasi jilbab, yang digagas para kaum muda, begitupun halnya dengan berbagai kerajinan tangan seperti aksesoris hand made, maupun dibidang kuliner.
Industri kreatif yang saat ini telah mampu memberikan sumbangan tetap terhadap PDB bukanlah sebuah hasil dari proses yang instan. Ia tidak dihasilkan dari gelontoran modal besar yang secara langsung menghasilkan produk, tetapi dihasilkan dari usaha panjang para pelakunya ditingkat bawah. Seringkali para pelaku usaha yang berkembang di bidang industri kreatif harus jatuh bangun membangun usahanya dari skala kecil. Kesulitan modal dan jaringan pemasaran adalah hal lumrah dialami para pelaku usaha ini. Tidak terkecuali bagi kaum muda yang menceburkan dirinya dalam usaha bisnis kreatif tersebut. Namun ditengah kesulitan tersebut, perkembangan telekomunikasi seluler yang disertai konvergensi teknologi IT dan seluler yang kian canggih membawa angin segar bagi pelaku usaha bisnis kreatif. 
Perkembangan telekomunikasi seluler kian canggih serta murah, menjadikannya modal baru bagi para pelaku industri kreatif.  Hal tersebut membuat pola produksi, pola distribusi maupun promosi menjadi kian murah dan efisien. Seluler yang membenamkan fasilitas internet misalnya, dengan pemanfaatan sosial media telah menjadi sarana “berjualan”, etalase produk, promosi dan pemasaran yang murah dan memiliki jangkauan luas.
Fashion, Kerajinan dan Kuliner : Idola Usaha Kalangan Muda
          Generasi muda selalu identik dengan daya imajinasi, kreatifitas serta selalu ingin mengekspresikan dirinya agar mendapat pengakuan dari lingkungan sekitarnya.  Tidak heran apabila bidang usaha yang dipilih selalu berkaitan dengan bidang yang mampu menjadi wadah mencurahkan ekspresi dan kreatifitasnya seperti bidang fashion, kerajinan dan kuliner. 
Beberapa hasil produk industri kreatif
Ada banyak usaha anak muda yang bergerak dibidang tersebut baik dalam skala mikro, kecil maupun menengah. Kita ambil contoh beberapa usaha kreatif yang bergerak di bidang fashion seperti Wadezig!, CrazNockz Clothing, Clover Clothing, Mikka, Miew! dan Razha. Masing-masing usaha tersebut memiliki segmentasi pasar masing-masing. Wadezig! dan  CrazNockz Clothing merupakan usaha fashion yang menyasar segmen anak muda khususnya pria dengan menawarkan kaos, kemeja, jaket dan lainnya dengan desain trendi khas gaya muda masa kini. Sementara itu Clover Clothing yang merupakan distro busana muslim asal Bandung, menyasar pada segmen remaja putri dengan menawarkan pakaian busana muslim ala remaja. Adapun produk-produk Mikka diperuntukkan bagi remaja putri yang ingin tampil kasual. “Miew!” memilih usaha sepatu lukis sebagai produk utamanya, sedangkan Razha menawarkan produk jilbab berkualitas yang diberi nama jilbab ninja.

          Dibidang kerajinan dan kuliner, usaha yang tumbuh tidak kalah banyak. Dibidang kerajinan contohnya adalah Gatot Kaca Souvenir and Craft (GKSC) dan Bardiju. Gatot Kaca Souvenir and Craft (GKSC) merupakan usaha yang memproduksi berbagai kerajinan pernik etnik seperti kipas, blocknote unik, pigura, hiasan kaca dan kulkas, hingga tas. Adapun Bardiju marupakan usaha making paper dan paper craft, yaitu membuat kertas daur ulang dan kerajinan kertas seperti paper bag, kotak, amplop dengan bahan baku kertas bekas seperti bahan koran, majalah, kardus maupun bahan organik seperti gedebok pisang, pelepah pisang, eceng gondok. Dibidang kuliner, ada sebuah usaha yang sedang naik daun saat ini yakni Maicih. Maicih merupakan usaha keripik pedas asal Bandung yang terkenal akan tingkat kepedasannya yang dapat dipilih tingkatannya oleh konsumen. Dengan sentuhan inovasi, baik produk, pengemasan serta strategi pemasaran yang unik melalui jejaring sosial Twitter dan Facebook, keripik pedas Maicih menarik banyak minat untuk mencobanya.
          Dari beberapa contoh usaha dibidang fashion, kerajinan dan kuliner diatas, ada dua hal menarik yang menjadi kesamaan diantara usaha-usaha tersebut. Pertama, usaha-usaha kreatif tersebut sebagian besar dikembangkan oleh para generasi muda. Kedua, usaha-usaha tersebut memanfaatkan perkembangan telekomunikasi seluler yang didukung dengan kemajuan fasilitas telepon seluler masa kini sebagai sarana promosi dan pemasaran produknya. Ditangan para generasi muda tersebut, perkembangan telekomunikasi seluler dimanfaatkan secara jeli menjadi tambahan modal yang begitu bernilai. Melalui seluler yang saat ini hampir secara keseluruhan mendukung jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Yahoo, Blogging, Chatting, Forum seperti Kaskus, Email, dan lainnya, mereka dapat menawarkan produk-produknya secara luas, cepat dan efisien. Fasilitas seluler tersebut kini menyediakan “toko pribadi” dalam genggaman masing-masing pelaku usaha. Disertai dengan tarif telekomunikasi dan internet yang kian murah dari berbagai operator seluler, perkembangan telekomunikasi seluler telah meretas keterbatasan pelaku usaha tersebut akan sumberdaya modal. Kini tidak miliki bangunan toko sebagai tempat usaha bukanlah sebuah masalah, begitupun dengan keterbatasan fasilitas promosi dan pemasaran. Melalui pemanfaatan sebuah akun pribadi jejaring sosial yang dapat diakses melalui telepon seluler, para pelaku usaha telah memiliki media usaha, sekaligus media promosi dan pemasaran yang murah dan efisien.
Perkembangan Telekomunikasi Seluler : Modal Berharga bagi Industri Kreatif
          Jika ditanyakan apa yang berkembang dengan sangat pesat didunia saat ini, jawabannya adalah teknologi dan telekomunikasi seluler. Perkembangan teknologi dan komunikasi seluler terus berkembang dengan sangat cepat dari waktu kewaktu. Hampir secara kesuluruhan telepon seluler yang ada saat ini telah menyediakan fasilitas lengkap seperti dukungan 3G dan 3,5G, kamera dengan resolusi tinggi, fasilitas chatting, messenger, sosial media, dan akses internet yang kian terjangkau bagi masyarakat. Tarif telekomunikasi dan internet yang disediakan operator seluler pun kini kian berkualitas, murah dan variatif, sehingga kita dapat dengan leluasa memilih sesuai dengan kebutuhan. Paket lengkap yang tersaji tersebut kian menegaskan alasan mengapa telepon seluler menjadi sebuah kebutuhan dimasa kini. Beragam manfaat dan kemudahan yang diberikan seakan memberikan kita jaminan akan kelancaran  berbagai aktivitas.
          Salah satu bidang yang mendapatkan pengaruh positif yang begitu besar dari perkembangan telekomunikasi seluler adalah industri kreatif. Para pelaku usaha kreatif yang ingin memulai merintis usaha maupun yang ingin memperbesar usahanya dengan memperluas jaringan pemasaran sangat terbantu dengan perkembangan telekomunikasi seluler saat ini. Dengan asumsi bahwa saat ini hampir setiap orang memiliki telepon seluler yang menyediakan fasilitas internet dan akses jejaring sosial serta sebagian besar pula memiliki akun-akun email, milis maupun sosial media seperti facebook dan twiiter yang diakses hampir setiap hari maka pemasaran melalui media tersebut merupakan sarana yang sangat potensial.
          Seperti yang telah disinggung diatas, perkembangan telekomunikasi seluler telah menjadi sumberdaya modal usaha yang murah namun sangat bermanfaat dan menguntungkan. Dahulu mungkin orang-orang selalu memikirkan dimana ia akan membangun usahanya, berapa jumlah yang akan diproduksi, bagaimana cara promosi dan memasarkannya. Ini pula yang selalu dipikirkan bahkan menjadi beban bagi pelaku usaha pemula, khususnya bagi kaum muda. Dahulu membuka usaha identik dengan membangun sebuah toko, memproduksi barang dalam jumlah besar agar dapat dipajang di etalase toko serta membuat promosi yang semuanya tentu membutuhkan modal besar. Namun kini hadirnya perkembangan teknologi dan telekomunikasi seluler telah menjawabnya dan merubah pola-pola tersebut. Para pelaku usaha pemula tidak perlu lagi terbebani dengan pemikiran tersebut. Dengan bermodal beberapa buah produk barang, telepon seluler, akun-akun email, jejaring sosial facebook dan twitter, serta didukung tarif telekomunikasi yang kian murah, usaha pun dapat dimulai. Akun-akun tersebut akan menjadi “toko” pribadi bagi produk-produk yang dihasilkan yang dapat diberi nama sesuai keinginan. Didalamnya kita dapat menampilkan foto-foto produk sebagai etalase untuk menarik minat pembeli sekaligus membangun promosi dan jaringan pemasaran dengan menawarkan kepada orang yang menjadi target pemasaran.
Contoh cara promosi dan pemasaran produk
melalui jejaring sosial facebook.
        Kita ambil contoh, misalnya kita ingin memulai usaha yang bergerak dibidang fashion dengan menawarkan produk pakaian batik trendi untuk segmentasi kaum muda. Maka dapat kita awali dengan memproduksi barang tersebut beberapa buah, setelah itu ambil beberapa foto produk tersebut dengan fasilitas kamera telepon seluler yang kita miliki. Langkah selanjutnya foto-foto tersebut kita unggah kedalam akun-akun jejaring sosial yang kita miliki seperti Facebook dan Twitter, beri keterangan foto berupa spesifikasi tentang bahan, ukuran, harga dan beberapa kata untuk promosi produk. Kemudian berikan keterangan kisaran harga dan nomor ponsel yang dapat dihubungi untuk melakukan pemesanan. Dengan demikian telah dimulailah usaha sekaligus proses promosi, penawaran dan pemasaran yang murah cepat dan efisien melalui fasilitas yang disediakan oleh telekomunikasi seluler masa kini. Begitu praktis, begitu mudah dan begitu cepat. Cara inilah yang lazim digunakan tidak hanya oleh pelaku usaha yang baru memulai usahanya, namun juga digunakan pelaku usaha kelas kecil dan menengah untuk memperluas jangkauan promosai dan pemasaran produknya.
Peran penting telekomunikasi seluler begitu
jelas dalam pemasaran produk “Maicih”
          Sarana promosi dan pemasaran produk yang murah dan cepat melalui fasilitas yang ditawarkan perkembangan telekomunikasi seluler saat ini menjadikan pertumbuhan industri kreatif kian pesat baik ditingkat mikro, kecil maupun menengah. Hampir seluruh sektor dalam industri kreatif dapat memanfaatkan fasilitas internet dan tarif yang kian murah. Tentu kita masih ingat, bagaimana peran layanan Youtube mampu mengorbitkan penyanyi dan hasil karya musik yang laku dipasaran. Kini Youtube, Facebook, Twitter yang notabene saat ini dapat diakses dari dalam genggaman telepon seluler telah menjadi sarana promosi dan pemasaran yang strategis. Fasilitas ini pula yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha kreatif, contohnya Wadezig!, CrazNockz Clothing, Clover Clothing, Mikka, Miew! dan Razha (bidang fashion), Gatot Kaca Souvenir and Craft dan Bardiju (bidang kerajinan) serta Maicih (bidang kuliner). Secara umum pelaku-pelaku usaha ini memanfaatkan perkembangan telekomunikasi seluler melalui cara yang telah dijelaskan diatas. Yakni dengan membuat kumpulan foto-foto produk dalam akun jejaring sosial yang berfungsi sebagai katalog dan etalase produk, selanjutnya memberikan keterangan foto berupa spesifikasi produk tentang bahan, ukuran, harga, serta membubuhkan kisaran harga dan nomor ponsel yang dapat dihubungi untuk melakukan pemesanan. Dengan tidak lupa memberikan beberapa kata promosi produk dan menandai beberapa orang dalam jejaring sosial tersebut, promosi dan pemasaran pun berjalan mulus. Kita pun sebagai calon pembeli dapat dengan leluasa memilih produk dan melakukan tawar menawar harga. Selanjutnya calon pembeli dapat menghubungi via telepon maupun sms untuk melakukan pemesanan barang yang diinginkan.
***
          Perkembangan telekomunikasi dan teknologi seluler telah memberikan peran penting bagi tumbuh dan berkembangnya industri kreatif di tanah air. Disertai dengan kian terjangkaunya tarif telekomunikasi dan internet, Ia tidak hanya berperan menyediakan sarana promosi dan pemasaran yang murah, cepat dan efsien sehingga dapat meningkatkan jangkauan wilayah pemasaran produk yang berdampak pada peningkatan keuntungan. Tetapi juga mampu merangsang para generasi muda untuk terjun kedalam dunia usaha kreatif. Dengan begitu, perkembangan telekomunikasi seluler telah memberikan sumbangannya dalam upaya meningkatkan angka wirausaha di Indonesia. Dengan sarana telepon seluler, kini orang-orang dapat memiliki “toko pribadi” dan menjalankan usahanya dari dalam genggaman. Jadi, sekarang menjadi wirausaha itu mudah.

Penulis: Martino, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
(Tulisan ini diikutsertakan dalam ajang XL Award 2011)